"Apa yang sedang kau dengarkan?" Terkaget? Iya, tentu saja. Karena dia menyapaku ketika sedang asyik mendengarkan sebuah lagu. "Ah, kau selalu saja. Hmm, ini lagu baru dari penyanyi yang aku suka dengarkan musiknya. Kenapa?" "Tidak. Hanya sejak tadi aku perhatikan kau sangat menikmati setiap lantunan musik itu. Bahkan bibir mungilmu pun ikut bernyanyi." Mukaku memerah. Bagaimana bisa dia terus memperhatikanku tapi aku sendiri pun tak sadar? Bodohnya sampai saat dia duduk di sebelahku pun aku masih tetap bertanya. "Apa kau sudah memesan minuman? Kulihat meja ini masih bersih." "Sudah. Mungkin sebentar lagi pesananku datang. Kau mau pesan apa?" Lagi-lagi pertemuan dengannya berlangsung di luar rumah. Pertemuan tak sengaja untuk kesekian kalinya. Ya, karena aku agak canggung mengajaknya bertemu jika hanya berdua. "Hei, kalian sudah sampai rupanya." Dia adalah teman kami yang menyapa. Dan yang mempunyai ide untu...
Welcome to my world of books. Let my pen lead you through my stories, while my coffee accompanies your journey through my imagination.