Skip to main content

Posts

Poker Face

Aku seorang pemimpi. Apa ada yang salah dengan kejujuran itu? Tulus tidak semua orang mau mengerti apa alasan aku menjadi pemimpi. Mereka bilang kau hidup di dunia yang nyata dan kenyataan adalah hal lebih baik kau hadapi daripada kau menghabiskan waktumu untuk bermimpi. Bagian terkecil dari dunia mimpimu adalah saatnya kau harus bangun. M ungkin aku memang lambat dalam melangkahkan kakiku untuk meraih mimpiku. Tapi aku tak pernah bermain-main dengan mimpiku. Mereka yang terus menceomohku kenapa tidak bisa mengerti apa mauku? Aku tak mau merepotkan mereka. Sungguh aku tak bermaksud. Apa karena perbedaan pandangan dalam menentukan masa depanku lantas aku berbeda? Kalah bersaing apa yang dimaksudnya? Dari sekian banyak orang yang menyimpan mimpi besarnya apa pernah mengalami hal seperti ini? Atau aku hanya salah satu darinya? Aku tahu aku masih hidup dibawah perintahnya bahkan hingga sekarang ini, tapi apa aku tidak bisa menentukan apa yang ingin aku gapai? Tuan yang terhorm...

Tantangan buat kamu yang memutuskan untuk resign dari pekerjaanmu demi sebuah pekerjaan impian yang sudah lama kamu impikan

Tidak ada yang salah ketika kamu memutuskan untuk berjuang meraih impianmu. Tidak ada yang salah dari keputusan itu, apalagi dengan alasan kamu melakukan itu semua agar kamu memperoleh kehidupan yang lebih baik. Tapi apa semua orang dapat mengerti keputusanmu? Tentunya tidak semua orang dapat mengerti bahkan mungkin orang di sekitarmu. Jika kamu dapat menceritakan dengan jujur alasanmu resign dari tempat kerjamu hanya karena sebuah kerjaan yang lebih baik mungkin orang akan dengan mudah mengerti. Apalagi jika pekerjaan barumu itu sudah ada didepan mata tanpa perlu memulai dari awal lagi melamar pekerjaan baru. Begitu juga dengan orang terdekatmu, mereka tidak perlu merasa khawatir jika kamu akan menjadi pengangguran nantinya. Tapi buat kamu yang memang sudah memutuskan resign demi berjuang meraih pekerjaan impian walaupun harus kembali memulai dari awal, rasanya itu bukan hal yang berat. Mengingat kamu melakukan ini semua dengan passion yang kamu miliki. Embel pengangguran pun...

No in Tracks

I am lost again.. But know its really deep With who? With all my past. My nightmare. My loneless. Just ignore it but... Like in black room Everything become dark. Become mute. Become pretty out. I am still stuck in there.. Because why? How come? I didnt even know. Didnt even care. Didnt even see. Only one... Just one I need.. Maybe one minute with you. Together with you. For one minute with you. NO COPY PASTE WITHOUT CREDIT  coffeepen,books

[Trilogi] Antara Aku dan Dia part 3

Aku harus mulai berani jujur ke semua orang tentang siapa aku sebenarnya. Mungkin ngga langsung ke Dodo ataupun Alya, tapi aku ingin mama jadi orang pertama yang tau apa yang selama ini aku lakukan. Batin  gue udah ngga kuat lagi untuk berbohong kepada mereka semua, tapi gue juga bingung harus ngomong bagaimana ke mama. “Mama, Rradita mau ngomong sesuatu sama mama. Tapi mama jangan marah ya saat denger apa yang Radita omongin ini.” “Ada apa sih, sayang? Rradita emang mau ngomongin hal apa sama mama?” Hati gue gak yakin kalo gue ngomong jujur sekarang, mama gak bisa nerima semua keanehan dari anaknya ini. “Ma, Rradita mau tanya gimana kalo anak mama punya kelainan yang gak wajar?” “Maksud kamu apa sayang?” “Maksud Rradita, kalo Rradita melakukan hal yang menyimpang dari orang normal lainnya lakukan, mama mau terima Rradita?” “Maksud Rradita tanya hal ini ke mama kenapa sayang? Memang kamu udah melakukan hal aneh gimana? Mama ngga ngerti maksud kamu?” “Aku.....

[Trilogi] Antara Aku dan Dia part 2

Di belakang kelas rupanya Ar udah nunggu gue dan dengan muka masamnya dia nyapa gue. “Kok lama sih, Rra? Aku udah dari tadi nungguin kamu di    sini. Jadi gimana udah tau mau kasi jawaban apa?” “Ahh, iya maaf ya! Soalnya tadi aku ke toilet dulu jadi lama. Maaf!” “Ohh, yaudah ngga apa-apa. Terus gimana jawabannya? Kamu mau terima aku atau ngga?” “Emm, iya aku udah punya jawabannya. Aku mau jujur aku sayang juga sama kamu, Ar. Aku juga ngerasa cocok sama kamu. Tapi....” “Tapi apa, Rra? Kamu mau terima aku atau bagaimana?" “Tapi aku ngga bisa bohongin perasaan aku kalo aku juga ngga bisa terima kamu saat ini. Aku ngga mau ada orang yang sakit hatinya karena aku jadian sama kamu.” “Bukannya tadi aku bilang aku mau jadi pacar kamu, bahkan aku juga mau jadi selingkuhan kamu. Jadi apalagi yang kamu pertimbangin?" “Ya justru karena itu, Ar. Aku ngga mau kamu nantinya jadi sakit hati. Kamu tau aku udah punya Dodo dan Claudia. Aku ngga mau menambah sakit orang-orang y...

[Trilogi] Antara Aku dan Dia part 1

“Rra, aku sayang kamu..”  Masih jelas banget suara itu dipikiran gue. Ngambang, semua kabur, berkabut.  “Aku juga sayang kamu Ar, tapi...”  “Rra, aku mau kok jadi selingkuhan kamu.”   Mati, mati, mati aja gue.  Gue Rradita. Wanita tulen, 16 tahun, masih SMK. Punya pacar 2. 1 cowo 1 cewe. Dia Arin Restian. Gue manggilnya dia Ar, dia manggil gue Rra. Jadi ARRA. Dia tau gue punya pacar (Dodo & Claudia), tapi masih pengen jadi selingkuhan gue. Cewe bodoh emang. Gimana sekarang gue harus nyikapin cewe bodoh tapi cantik ini? Gak bohong, gue emang lebih sayang dia daripada 2 pacar gue. Tapi rasa "sayang" ngga semudah mengeja "ini ibu Budi". Sebenernya gue tau, kalo Ar juga suka sama satu cowo di kelas gue, tapi bodohnya kenapa dia nembak gue yang jelas-jelas udah punya pacar. Sekarang gue jadi tambah bingung harus ngapain. “Rra, lo mau makan apa? Rradita?!” Tiba-tiba lamunan gue buy...

Sakit raga

Dua kata ini akan buat kau berpikir Sakit raga Bukan soal kewarasanmu yang sakit Bukan masalah penaralanmu pula Atau hati karena seseorang Tapi… Apa kamu masih belum tahu? Raga terdalammu yang sakit Apa perlu dijabarkan? Mungkin tak seperti diagnosa dokter ahli Karena memang aku bukan seorang dokter Seperti pertanyaan umum lainnya Apa kau sudah bersyukur untuk satu kehidupan? Kenikmatan kecil mungkin Bagaimana dengan sebuah kepahitan? Ah, kau mendesah.. Panas mata merahmu melotot Tercokot air liurmmu di kerongkongan Tetiba keringat meriang berbulir Seperti yang kukatakan ragamu sakit Bertanya kau mengenai obat? Obat seperti apa yang bisa aku berikan? Hei, kawan sudah kukatakan aku bukan dokter Kau tak percaya Tak masalah buatku Hanya nasehat sedikit untukmu Berhentilah mengeluh Mulailah tersenyum Yang tulus ikhlas perlu kau tahu Bukan perkataan TULUS IKHLAS Tapi benar-benar kau lakukan Sedikit penekaan dengan ‘ikh’ di dalam...