Skip to main content

Posts

Rasanya Mati

"penat !" seminggu panjang yang akan kulewati adalah semua yang sedang ku hadapi . oke, tetap bertahan . "just hang out, girls ! i know you can do more ." tepat ucapan itu yang sangat ingin kukatakan . tapi rasanya tidak untuk saat ini . di rumah kembali . pulang dari selesainya tugas satu hari ini . harapkan sampai di sana, pikiran dan tubuh ku singkron dengan semua beban yang tertumpu itu . "hei ! apa yang kau lakukan ? kerjakan semua yang menjadi tanggung-jawabmu . berhenti untuk berleha-leha . tidak ada tempat untuk mereka yang hanya dapat membuang-buang waktu ." suara itu terdengar lagi . timbul satu hal yang jadi pertanyaan . "apakah aku berjuang melakukan kegiatan ini yang menurutku tidak bisa meninggalkan sedikit luang pada ruangku adalah satu-satunya tindakan yang harus aku bela ?" siapa yang bisa menjawab . santai, nikmati, rasakan . apa benar-benar bisa kulakukan ? tak meminta belas kasih dari orang lain . hanya ingin memiliki se...

Tinggalkanku

menari dalam mendung apalah arti semua . terasa tak mungkin untuk mengubah tapi tergugah . apa yang akan hendak terjadi ? bisa tertebak dalam sekali pikir . dan bam semua terkuak . benar-benar bom waktu yang terus mengancam . berusaha bertahan tapi tak tertahan . membendung dan mengalir . aliran deras yang mengucur . aku tetap aku tak lain tak ingin . enggan membahas ini lebih dalam . membuat alibi untuk tak bisa terdeteksi . lalu apa ? terjebak kembali, mengulang lagi dan itu terus-menerus . bukan bermaksud mengusik dirinya ataupun membuat rasa nyaman ini berubah . tapi maaf rasa hilangku mulai memudar . ku sadar dan tau apa mau dan maksudmu . hanya benar lelah dan letih yang terus menggemang ditelinga membuat ku memutuskan ini . sudahlah egoisku ini tak bermaksud menyakitimu . tak bermakna jika kulakukan ini secara sengaja . benar kulakukan ini semua tanpa ingin . maaf boleh kau marah padaku tapi jangan kau buat dia menjadi luka . biar luka itu tetap menjadi mil...

1 2 3 .. (part 2)

normal benar-benar normal . kesibukkan yang kulakukan dalam sehari-hari . ahh, mula ku menyinggung hal itu tentang uang dan kekuasaan . sebenarnya hal ini selalu ku hindari jika bertemu denganya tapi untuk saat ini tak bisa . "apa memang hidup selalu bergantung dengan uang sebagai keutamaan untuk berlangsung? apa kita tak bisa sedikit mengubah pola pikir itu?" . pertanyaan itu terlontar begitu saja saat  berhadapan dengannya . "maksud dari pertanyaanmu itu apa? kau bisa hidup sampai sekarang juga karena aku memberimu makan dengan menggunakan uang . jadi apa maksudmu dengan tidak mementingnya untuk bertahan hidup?" bentakan yang ia ucapkan membuatku semakin brontak . "ya aku berterima kasih atas apa yang kau beri padaku . tapi itu tetap tak bisa mengubah pemikiranku . aku pun bisa hidup tanpa uang . apa itu salah?" . mungkin salah dengan aku bertanya kepadanya karena jawaban yang aku dapat dari semua itu hanya makian kepada orang lain yang ku pentingk...

1 2 3 ..

1 2 3 .. .. sepertinya hari ini adalah awal dari pagi yang cerah . seperti biasa, rutinitas pertama yang ku jalani adalah pergi ke dapur untuk menyiapkan air hangat untukku . pagi ini rasanya ada satu kebiasaan yang aku tidak lakukan, rasanya aku telah melupakan hal itu . kebiasaan yang dulu sering kulakukan di kala pagi indah selalu bersama dengan mereka . tapi kenyataan itu tidak lagi dapat kurasakan sejak aku terpisah dengan mereka . sahabat-sahabat yang dulu ku bersama denganku di setiap waktu dan saat . bukan terpisah karena sebab yang membuat semua keadaan ini berbeda . hanya saja kami berpisah karena satu hal yang sampai sekarang masih aku ingat . kami berpisah karena impian dan cita-cita kami . masa depan yang kami selalu bicarakan bersama saat di bangku sekolah dulu . yah, kami kini satu per satu dari kami terpisah untuk waktu yang cukup lama . berpisah bukan untuk menghilang hanya untuk mengejar impian itu . "tuuuutt !! " akhirnya aku tersadar dari lamuna...

Hei, Kamu!

hei kamu ! entah apa yang ada dipikiranmu? masuk ke dalam mimpi bersapa ria dengan imajinasiku . tau apa yang tidak ku yakini? alibimu dalam realita terasa hambar .. kemudian bertopeng dalam khayal . permainan yang selalu kau mainkan .. ternyata masi dapat menjeratku . menjebak curang dalam belenggu . aku tak mau terikat denganmu ! baiklah jika itu tantanganmu . siap ! kuda-kuda tubuhku tlah bersedia .  lakukan !  lakukan apaun sesukamu . terserah dirimu . tapi akupun akan bertindak . tak akan berdiam .  tak juga mematung .  karena untukku ..  hidupku untuk diriku !  tapi rupanya kau tak juga gentar .  menyilap di setiap ruang yang tak ku jamah .  tunggu !  tunggu saja aksi yang akan ku lakukan .  enggan jua untukku sedikit menggelitik hal ini .  perilakumu itu justru yang membuat aku mengerti . apa ini yang datang dan pergi dari sisi waktu? ach, sudahlah ! ...

Tuan Bertubuh Besar

surat ini ku tulis  untuk tuan bertubuh besar yang selalu berada di depanku . tubuh yang kekar itu memang sudah mengantarkanku ke semua tempat yang ingin aku kunjungi . otot yang kuat itu memang sudah menahankan beban yang akan menimpaku . terlebih lagi dengan sosok yang besar itu, kau mampu melindungiku dari teriknya matahari . wahai tuan bertubuh besar ! semua hal yang tak sanggup ku lakukan .. kau pun masi mampu memenuhinya . entah salah atau benar .. paling tidak kau selalu bisa memahamiku . dari segala sikap dan kebaikan dari tindakanmu itu .. satu hal yang kusesalkan . ketika semua kebaikan itu terungkit oleh rasa kecewa yang kau tuangkan dengan sengaja . entah apa maksud dari itu semua ?! tapi biarlah, toh perasaan ini telah terbiasa denganmu . dengan segala hal yang kau lakukan . baik suka maupun duka .. sengaja ataupun tidak .. dengan caramu yang selalu bisa membuat hati ini tenang dan kacau . tuan bertubuh besar ! bolehkah ku meminta ? bukan...

Tidak.. Lepas!!

tunggu jangan mendekat . tak usah bicara dan berkata apa-apa . cukup simak dan dengarkanlah ! kau tau apa yang akan ku ucapkan? sebaiknya jangan berpikir ! cukup lakukan apa yang akan kukatakan . tak banyak yang ingin kusampaikan . hanya saja kurasa ini penting untuk kau ketahui . memang bukan aku yang pertama .. yang selalu menjadi seperti yang kau mau . tapi cukup bagiku menjadi yang terakhir di hidupmu . menjadi budak dari siasat nakalmu ! karena aku bukan bonekamu ! bukan semua dari budak yang selalu dapat kau perintahkan . cukup ! aku ingin menjadi diriku . menjadi hantu dari sengaja perbuatan yang kau jauhi . aku akan selalu menjadi bayang hitam yang menghantuimu . jadi stop ! jauhi dan tinggalkan tubuh ini dari hadapanmu . karena aku adalah aku ! NO COPY PASTE WITHOUT CREDIT  coffeepen,books