Skip to main content

Posts

Selembar di Bahagia [Senang Mengenal Kalian]

sepuluh tahun setelah perpisahan itu, ternyata banyak yg berubah dari diri kita. lika-liku yg kehidupan di usia muda yg mungkin dlm waktu sepuluh tahun ke belakang nggak pernah kita bayangi, menjadi pelajaran kedewasaan. kamu, bertemu mereka. kalian bertumbuh dengan setiap orang yg berbeda setiap waktunya. belajar mengenai jiwa & karakter manusia yg berbeda. kita dulu, sepuluh tahun yg lalu. masi bocah ingusan yg baru melek akan hidup. tapi sekarang, kita bagai tempurung tua yg kokoh & mungkin merayap rapuh krn hidup yg berombak merombak. hei, kawan! apa masi dari kalian yg ingat cerita tentang kita? kita sekawanan anak kecil yg berlari mengejar mimpi serta impian. masi ingat dengan wajah kami, saya yg dulu pernah menyapamu sblm bel sekolah berbunyi. berkelahi dgnmu krn hal-hal kecil. dihukum bersama krn masalah kejahilan yg diperbuat. apa masi terpikir tampang cupu sepuluh tahun lalu? apa kalian lupa dengan sosok kita sepuluh tahun yg lalu? kenangan yg hanya bisa dibin...

Mimpi itu Meminta Diperjuangkan & Diwujudkan

gue gak nyalahin diri sendiri. gak nyeselin apa yg udah dijalanin. walau balik2 lg ada kata "kenapa ambil keputusan itu?" bukan hal yg s selama ini gue kasi liat ke org lain itu sesuai sama seperti yg gue tafsirin. kalau mereka melihatnya kaku, gak pantes, bebel. gue rasa emang bukan krn mereka yg salah. tp iya dari guenya sendiri yg menolak untuk seperti itu. sekali lagi bukan krn gak mau berubah. mendengarkan mereka ataupun mengikuti saran mereka. tapi iya ada pertentangan besar di hati ini yg bawa gue untuk perjuangin mimpi baru. bukan pengajar yg harus bisa memimpin. gak berarti takut jadi kepala dan memilih ekor sebagai pijakan. toh ya bukan dibidang ini yg mau dikejar. sampai hati, berbagai org coba meyakinkan yg dihadapi ini adalah pendewasaan karir (mungkin). tetap ada lontaran kata tdk yg bersembunyi. gue mau jd penulis, seorg editor. bukan pengajar. bukan guru. memang bkn krn gak mulia, tapi hati ini sdh lama menetapkan pijakannya. bukan masalah benar/gaknya m...

Cuap-cuap Tengah Malam

"well, tonight! harus gitu ya ngomongin hal-hal yg akibatnya jadi bikin misunderstanding. lupakan!!!" gerutu yg memancing sakit dikepala lebih senat. hal kecil yg gak sepatutnya diributkan dan diperbesar, malah membuat keadaan runyam 😨😨😨 yahsudahlah! mereka hidup dengan cara yg mereka yakini sendiri. "everyone can be change", yakin? gmn kalo orang itu percaya sama hal seperti ini »» "fallor ergo sum, karena salah maka aku ada". bisa lebih pro & kontra lagi ya tanggapnya. cuap-cuap gak jelas akibat acara tivi, like… *sensorbrand* sebenernya bermaksud curhat disini, but media sosial harus lebih diperhatikan lagi pemanfaatannya. anggap aja cuap-cuap setengah ditengah malam ini cukup bermanfaat buat gue ngelepas penat 😵😵 semoga bermanfaat 🙆 -eoz, peace ✌✌✌ NO COPY PASTE WITHOUT CREDIT  coffeepen,books

Freedom Line is Never Fee

feel so blind kamu bisa merasakan sesuatu? mungkin sama yang terjadi saat kedua hal yang dapat kamu lihat mendadak gelap.. wanna freedom, trust the freedom line ingin terbebaskan dari kegelapan itu. tapi anehnya, tak bisa sekuat tenaga pula melawan.. aku percaya akan jalan yang bebas bebas menuju titik akhir.. when say its your way yakin? benarkah sudah terpilih? bawah sadar di benak biasanya yang menuntun.. ini katamu, bahwa-sahnya jalan itu kamu yang maui. jalan itu yang suatu ketika nanti berarti.. start again now, its should be or.. kita terlalu munafik. kamu cuma bisa memulai itu tanpa berpikir ketika gagal. sekarang tiba waktunya lalu mengapa merasa ragu jika harus memulai dari nol lagi? bukankah harus!? the last, we do for learn akhirnya semua kita lakukan untuk belajar memperbaiki & diperbaiki.. diajari & mengajari.. ya selalu seperti itu pola ramponya yang terajut.. so, what we think, what we doing, and where we want going. just be ourself...

Welcome Back Girl, We Miss You ;)

haii, long time no write.. :) kangen ya udah lama juga ngga tulis di blog ini. sepertinya banyak hal gak sempat aku share. haaha memang belakangan ini males dan mulai sibuk untuk buka laptop. maklum lagi aktif sama gadget kecil dan lebih aktif di dunia maya bagian lain. lagi nulis ini juga seharusnya ngerjain tugas kuliah yg udah masuk pertemuan ke-5 dan tugas ke-2. tapi sepertinya aku lebih tertarik untuk menulis di blog lama yg hampir usang ini TT_TT .. jadwal kuliah dan kerja juga udah mulai padat. kuliah masuk pertengahaan menuju semester-semester akhir. ditambah lagi dengan kerjaan baru yg rupanya lebih menguras tenaga dan pikiran.  oiya, soal kisah lama tentang hati, menjelang awal pertengahan taun ini sudah selesai. dan memang sepertinya aku diharuskan untuk fokus dengan kedua hal ini. antara kerja dan kuliah. haaha sudahlah tak perlu curhat dan cerita panjang lebar :) ada banyak cerita yg ingin disampaikan, tapi rasanya udah gak usah dibahas panjang lebar lagi karena...

Ini Normal, Namanya juga Manusia

Feeling manusia kadang bisa mendekati keakutatan hampir 100% ya. Kita memang bukan Tuhan yang bisa tau dan baca masa depan yang akan terjadi. Kita juga ngga bisa baca pikiran seseorang, bahkan pikiran kita sendiri. Tapi perasaan, hati nurani yang bisa nuntun kita jadi tau apa yang terjadi di sekitar kita. Bahkan dari perasaan juga kita tau rasanya untuk jadi lebih peduli atau terbuka terhadap sekeliling. Pacar ataupun sahabat kita, semua dari mereka memiliki ruang tersendiri yang enggan disentuh oleh kita.  Sampai rasanya keingintahuan kita bisa berhenti, pastinya cuma dari perasaan itu sendiri yang akan membuka pintu kejujuran seseorang buat terbuka ke kita. Pernah kan pastinya rasa ingin tau ini jadi buat kita stalking TL pacar atau sahabat kita di twitter, facebook dan media sosial lainnya?? Jujur gue sendiri ngga muna buat ngaku kalo iya, gue juga pernah ngelakuin hal itu. Bukan karena ngga percaya sama mereka atau karena mau tau urusan orang. Tapi kadang karena hal itu jug...

Mencoba Memahami Saja

aku enggan menatap malam  bahkan aku pun takut untuk muncul disaat pagi menyingsing  aku hidup diantara nyata dan semu  aku bagai air yang tak beriak dan tak mengalir seperti seharusnya  ada pedih yang membumbung di hati,  ada hampa yang kembali menyeruak menghampiri  aku sudah berjanji dan enggan pula untuk mengingkari  aku sudah pupus pada asa itu  optimis yang aku harapkan dapat kuterima tak bisa aku miliki  pesimis itu kembali menuntut  apalah aku sudah lelah untuk terus tersenyum  aku tak mampu lagi bertopeng  aku tak mampu  sudah tak mampu berkedok dengan semua yang kebohongan yang ada  aku butuh seseorang untuk berbagi,  tapi aku juga tak bisa memaksa dia untuk bisa mengisi  mendengar keluh kesah itu lalu pergi  seakan beban itu masih ingin tetap menempel pada pundakku  sudahlah aku lelah benar benar lelah   aku tak butuh mereka  aku tak bu...